Pada tanggal 17 juni 2019, aku memutuskan untuk berlibur bersama sahabat Sahabatku yaitu Ibram, Jipang dan Darwan. Seperti hal biasa yang selalu aku lakukan setiap libur kuliah, aku selalu menyempatkan diri untuk berlibur keluar kota, apapun kendalanya kalo libur semester harus keluar kota dan emang ada aja rejeki kalo kita mau berusaha dan yakin hehehe. Setelah berbincang dan menentukan Hari bersama sahabat, kami sepakat keberangkatan tanggal 25 juni 2019 menggunakan kereta api menuju ke suatu kota yang akan kami jadikan tempat berlibur. Hari hari seperti biasa berlalu, kami selalu menyempatkan diri untuk bertemu dan berbincang bincang serta bercanda dengan ditemani suara bising kendaraan dan secangkir bandrek yang Kami beli diwarung itu.
Tibalah tanggal 25 juni 2019 saya menuju stasiun kereta api pukul 7.00 demi menghindari kemacetan, dengan berbekal tas dukung dipundak dan tas jinjing ditangan bismilah kunaiki motor ojek online yang telah aku pesan sebelumnya. Sesampainya di stasiun kereta api tempat keberangkatan kami, kutemui 2 Sahabat yaitu Darwan dan jipang yang sudah menunggu ku di meeting point. Kemudian tibalah keberangkatan dimulai, ketika didalam perjalanan dikereta, seluas mata memadang yang kami pandang hanya hutan belantara entah kehidupan apa yang ada di hutan itu, stasiun demi stasiun kami lalui sampai akhirnya kami sampai di stasiun tujuan kami untuk berlibur. Setelah solat ashar kami mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan menggunakan travel yang sudah di rekomendasikan keluarga sahabat ku tempo lalu. Waktu menunjukan pukul 18.00 kami memutuskan untuk solat magrib terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan di salah satu masjid terbesar dan terindah yang ada di kota tersebut. Setelah solat Kami melanjutkan perjalanan melewati perbukitan yang gelap pekat tiada lampu jalan yang menyambut kami selama perjalanan hanya suara hewan seakan akan saling bersaut sautan bertegur sapa sesama mereka. Saat di perjalanan tiba tiba aku teringat sesuatu karena sebelumnya aku pernah mengunjungi kota ini pada tahun 2016 ini kali keduanya aku dikota ini, di jalan lintas ini adalah perbukitan yang masih asri sekali dan masih dalam kawasan bukit barisan yang sangat tersohor, bukan hanya Karena keasrianya saja yang tersohor keangkeranya juga sangat kuat di kawasan bukit barisan ini, banyak rumor dan urban legend yang beredar di setiap penjuru bukit barisan tersebut, karena warga sekitar bukit barisan ini sangat meyakini dan menjaga tradisi,adat istiadat tempat mereka tinggal.
Tak henti mulut ini melantunkan ayat ayat suci AL-Quran selama perjalanan melewati kawasan bukit barisan ini, aku lebih memilih menundukan kepala dan tidur ketimbang melihat jalanan diluar mobil karena perasaanku sudah tidak enak karena mereka yang tak terlihat seperti berdiri dipinggir pinggir jalan, diam seperti patung terkadang seperti bergelantungan di atas pohon rimbun, sungguh pemandangan yang lumrah aku temui saat perjalanan. Sekian lama perjalanan menyusuri perbukitan yang gelap pekat akhirnya sampailah kami di tempat tujuan untuk menginap yaitu di tempat sahabatku yaitu Ibram yang rela meninggalkan kampung halamannya demi sebuah kesuksesan dan melanjutkan pendidikannya di kota ini. Setelah sampai kami pun berkemas barang dan bercerita suka duka perjalanan menuju kota ini, bukan hanya bercerita kami juga mempersiapkan rundown acara selama libur di Kota ini, setelah itu kami memutuskan untuk tidur mengingat langit sudah semakin pekat udara semakin dingin dan suasana sudah semakin sepi.
Keesokan harinya, hari pertama di kota ini kami bersiap untuk berangkat ke objek wisata yang ada di kota ini mengendarai motor. Objek wisata yang kami datangi yang itu air terjun karena kota ini sangat terkenal dengan air terjunnya. Sesampainya di air terjun tak sabar diri ini untuk segera menikmati deburan demi deburan air terjun yang sangat indah dengan airnya yang sangat jernih dan tampak segar, setelah menganti pakaian kami mendekat ke bawah air terjun tersebut tapi sebelum mandi saya melihat lihat sekeliling air terjun terlebih dahulu dan berucap didalam Hati " permisi assalamualaikum kakek buyut numpang lewat" ucapan ini selalu diajarkan kepada ku sedari kecil oleh kedua orang tuaku kalau mau berkunjung ke suatu tempat yang baru kita datangi. Setelah itu tanpa ragu ku ceburkan badan ini ke air terjun sampai menyentuh dasar air terjun kemudian mengapung melepas penat dan masalah yang ada ketika didunia perkuliahan, bersenang senanglah Kami menikmati keindahan alam ciptaan tuhan yang maha kuasa yang tiada duanya. hingga langit menurunkan butiran demi butiran air hujan yang turun dengan anggunnya melewati dedaunan rimbun hingga menuju tanah dan menambah deras debit air terjun tersebut kejadian ini membuat kami semakin bahagia dan senang sungguh kesempurnaan hanya milik allah Yang telah menciptakan sesuatu yang indah dibumi ini. sebenarnya aku pertama masuk sangat takut di air terjun ini dan sangat menjaga ucapan selama disini karena aku sudah merasakan bahwa mereka telah mengawasi kami dibalik pohon pohon rimbun membentang luas mengelilingi air terjun tersebut tapi saya tidak menghiraukanya, sampai akhirnya cukup, bersenang senang kami pun pulang dan alhamdulilah kami pulang selamat sampai dirumah dan pulang tanpa meninggalkan apapun keculi kenangan di air terjun tersebut.
Keesokan paginya setelah solat subuh dimasjid aku menuju pulang kerumah Ibram sendirian karena Ibram dan Darwan yang lain sudah menuju kerumah duluan dan Jipang masih ada dimasjid, ketika aku berjalan kemudian melihat ke arah belakang rumah sahabatku si Ibram itu, aku melihat ada sosok yang bergelantungan di dahan pohon tapi aku tidak tau sosok apa itu Yang jelas ada 2 sosok yang ada dipohon itu seakan menari nari mengikuti arah angin tentu saja aku tidak mengubrisnya dan pura pura tidak melihat mereka. Hari hari berlalu di kota ini semua objek wisata sudah semua kami sambangi, kemudian Kami memutuskan untuk melakukan perjalanan kekota selanjutnya pada tanggal 30 juni 2019, untuk menuju kota tersebut jarak Yang ditempuh 3 sampai 4 jam melewati perbukitan yang berliku liku. Setelah melakukan perjalanan kita kira 3 sampai 4 jam akhirnya sampailah kami dikota tersebut destinasi yang kami kunjungi yaitu pantai, pantai ini tersambung ke samudera hindia dan alhamdulilah saya tidak mengalami hal apa apa disini, hanya takjub yang kudapat akan keindahan ciptaan tuhan yang maha kuasa.
Setelah itu Kami ke destinasi selanjutnya yaitu sebuah benteng yang berada 1000 meter Dari bibir pantai, pertama memasuk benteng aku sudah merasakan kesedihan dibenteng ini entah kesedihan dari mana aku pun tidak tau, setelah melewati jembatan yang mengarahkan kita ke dalam benteng sepertinya dulu ada parit parit yang mengelilingi benteng ini sekarang parit tersebut ditumbuhi rumput rumput hijau, tiba tiba setelah aku masuk melewati jembatan kedua aku merasakan parit parit yang ditumbuhi rumput tersebut berubah menjadi air dan seketika aku seperti diperlihatkan sedikit kejadian di masa lalu di benteng itu, " mato fokuslah kito nak leboran bukan nak jingok mereka" ( Mata fokuslah kita mau liburan bukan mau melihat mereka ) begitu aku berbisik pada hati , tetapi hati berkata lain perasaan sedih semakin menjadi aku tidak tau sedih ini Karena apa dan dimana datangnya yang jelas rasa ini membuat aku ingin menagis sesak sekali. Ku lewati ruangan demi ruangan dan tiba tiba ada satu ruangan yang sangat membuat ku terdiam, mereka memperlihatkan kejadian masa lalu yang terekam oleh benteng ini, mereka dikurung di ruangan ini terikat rantai karat, tangan terlihat seperti darah yang mulai mengering dan tecampur karat karat rantai tersebut, seketika aku langsung meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ketengah benteng tiba tiba sahabatku memangil dan aku segera menemuinya di samping ruangan tadi, tiba diruangan itu aku mendengar langkah kaki Yang menggunakan sepatu suaranya keras sekali seperti sedang berjalan penuh tergesa gesa, tak tuk tak tu suara langkah kaki itu tapi yang kulihat semua orang tidak Ada Yang mengunakan sepatu yang berbahan keras seperti pantofel, semua orang menggunakan sepatu casual dan snickers dan orang orang disini tidak ada yang tergesa gesa mereka sibuk mengabadikan moment menggunakan handphone mereka. Mungkin mereka sedang memberi tau ruangan ini adalah ruangan para penjabat tinggi pada masa itu dan aktifitasnya masih terekam dan tersimpan di benteng ini.
Setelah melihat lihat isi ruangan itu kemudian aku dan Jipang ingin melihat lihat ke bagian atas benteng, sebelum ke atas aku melewati 3 atau 4 ruangan dan saat melewati ruangan tersebut terdengar sayup sayup suara minta tolong, tolonggg tolonggg hausssss, tolonggg lapaarrrr, kemudian disusul dengan suara menangis dan mengerang seperti menahan sakit, disitu aku terdiam dan memberanikan diri untuk mengikuti apa saja yang ingin mereka perlihatkan dan semenjak dari suara itu aku mulai membuka dan berkata pada diriku "silahkan lihat silahkan rasakan kalau kau ingin melihat kejadian disini". Setelah terdiam sebentar menghela nafas kemudian melanjutkan perjalanan ke bagian atas benteng, sebelum melewati tangga tidak tau mengapa aku melihat ke belakang dan mereka seperti melambaikan tanganya di balik jeruji besi , tangan tangan yang penuh luka yang mulai menghitam memaksa keluar dari jeruji besi seakan meminta belas kasih agar segera dibebaskan, kemungkinan tempat itu adalah tempat penyekapan dan penyiksaan para pribumi. Setelah sampai di bagian paling atas banteng aku sangatt sangat terdiam laut yang awalnya jauh jaraknya kira kira sekitar 1 KM dari benteng tampak mendekat sekitar 100 sampai 200 meter saja kearah benteng, dan aku berkata dalam hatiku mungkin Pada masa itu jarak pantai dengan benteng sangat dekat semakin lamanya waktu berlalu dan berkembangnya jaman air laut semakin menipis dan terkikis menjauhi benteng. Setelah terdiam beberapa saat aku pun melanjutkan perjalanan ke sisi lain dari benteng setelah sampai dibagian utara benteng aku pun duduk sebentar dan berteduh dibalik tembok yang tinggi sejajar dengan bahuku, ketika duduk kulihat ada dua objek benda yang sangat menarik perhatian yaitu 2 rantai bulat yang sudah berkarat yang berdiameter kira kira 30 cm tertanam dan menyatu dibangunan atas benteng dan ada satu lubang yang entah tersambung kemana dipergunakan untuk apa pada masa itu, setelah mengamati rantai berkarat tadi aku terdiam dan melamun sejenak dan tak lama mereka memperlihatkan dan menyampaikan rasa lagi apa saja yang terjadi dimasa itu. mereka memperlihatkan Seperti ada sepasang kaki yang sangat lusuh berwarna hitam sangat kotor sekali yang terikat di 2 rantai berkarat tadi awalnya hanya kaki yang diperlihatkan lama kelamaan sedikit demi sedikit terlihat seorang laki laki yang sepertinya akan dieksekusi ia terikat menghadap keluar benteng karena posisi laki laki ini diatas benteng dan yang bagian luar benteng dapat melihat laki laki yang akan segera dieksekusi. Tumbuhnya tampak lesu jiwanya seakan pasrah dengan keadaan yang menimpanya, dengan tangan dan kaki yang diikat rantai besi yang sangat kuat, sekujur tubuhnya dipenuhi luka yang darahnya sudah mengering mungkin karena sudah lama dijemur dibawah sinar matahari. Ada beberapa sosok kulihat disini sosok tentara lengkap dengan senjatanya mereka seperti tentara belanda atau jepang saya juga tidak paham yang kulihat hanya hologram dan hanya pakaianya saja yang terlihat wajahnya tampak samar samar, mereka tampak sedang bersenang senang dengan tawanan laki laki tersebut seperti tidak ada sisi kemanusiaan diantara mereka. Aku terdiam membisu tanpa kata hanya nama allah Yang dapat terucap sepanjang lamunan yang aku buat.
Kami langkahkan kaki ke bagian lain dari benteng ini sembari melangkah aku bergumam dalam hati " setelah ini apa yang akan aku liat dan rasakan di sisi lain dari benteng ini". Setelah sampai dibagian atas benteng yang paling selatan aku dan sahabatku duduk sebentar untuk berteduh karena cuaca yang sangat panas dan sembari berteduh kami sibuk dengan kegiatan kami masing masing, sahabat Sahabatku tampak antusias mencari spot foto yang bagus dan aku hanya terdiam melamun tidak ada selera dan tenaga untuk melakukan apa apa, aku juga tidak tau kenapa perasaan ini bercampur aduk ditempat ini. Dan lagi, perasaan amarah yang sangat besar, merasakan siksaan yang amat pedih, sedih dan merasakan kehilangan disini datang lagi. Disaat aku terhanyut dalam lamunan yang sangat dalam mereka mengambil kesempatan untuk memperlihatkan kepadaku lagi apa yang mereka alami dahulu dibenteng ini.
Parit parit yang mengelilingi benteng ini seakan akan menjadi kolam darah , airnya bercampur dengan darah segar dan mulai keruh akibat darah, Kemudian karena telah sering mereka memperlihatkan kesedihan mereka dan rasa sakit mereka dimasa itu saya berinisiatif untuk mencari informasi sedikit dengan media bangunan benteng tersebut, kutempelkan tanganku di bagian tembok benteng dan mulai memfokuskan fikiran untuk melihat kejadian di benteng ini pada masa lalu, 3 sampai 5 menit memfokuskan fikiran terlihat banyak pejuang yang memaksa masuk benteng ini tetapi mati tertembak sebelum masuk kebenteng dan mayat mayatnya memgambang di parit parit yang penuh darah ini. Tembakan demi tembakan peluru terdengar, dentuman meriam sangat kuat memekakakan telinga,teriakan demi teriakan terdengar ditelinga ini , aku sangat merasakan ketegangan di tempat ini seperti berada di jaman sebelum kemerdekaan dan meperjuangankan hak hak pribumi, atmosfer jaman penjajahan sangat terasa ditempat ini rasa yang disampaikan mereka pun sangatlah kuat.
![]() |
| para pejuang bangsa |
setelah melihat kejadian itu aku pun berdoa agar mereka semua yang berjuang didaerah ini dan mempertahankan hak hak pribumi didaerah ini di saat mereka sedang memperjuangkan hak hak tersebut mereka meninggal atau mati terbunuh semoga mereka segera berproses dan pergi dengan tenang tanpa dendam dan tanpa mereka sesali, karena tinggal giliran kita yang masih hidup untuk memperjuangkan apa saja yang menjadi hak hak kita sebagai warga negara, mereka yang tak terlihat hanya menunjukkan sulitnya mereka memperjuangkan keutuhan negara kita ini, sulitnya hidup dijaman penjajahan dahulu, maka dari itu kita yang hidup dijaman sekarang patutnya bersyukur apa yang sudah allah beri dan kita patutnya menjaga apa saja yang sudah para pejuang terdahulu pertahankan untuk kita sekarang.
Sekian



23 komentar:
So gorgeous
Mantap kali paten kali
Mantappp arii
Uwawww 😍
Akhirnya bambank👏
Yeayyyy kwkwkkw Darwan Ibram Jipang dan wikjun
Hayyyy wkwk
Lanjutt
Mantap kali kawankuuu
Mantap, ga sabar menunggu cerita selanjutnyaa.. semangat!!
Cak kenal tmpt foto jembatan itu 😂
Tulisannya sudah bagus, pembaca dapat mengikuti alur ceritanya. Begitu khas dengan cerita horor, lokasi persis dimana kejadian ini berlangsung tidak diberitahu oleh penulis.
Saran saya, "permisi assalamualaikum kakek buyut numpang lewat" tidak usah diucapkan di tempat angker seperti itu. Krn menurut ustadz2 itu dilarang dlm agama kita. Ucapan seperti itu yg kadang membuat mereka datang.
Oh ya satu lagi, perhatikan bagaimana cara penulisan yang baku sesuai aturan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), agar tulisannya lebih enak dilihat. Misalnya, bagaimana meletakkan di-. Dimana meletakkan huruf kapital yang tepat, dan sebagainya.
Tetap semangat, Brotha!
Hmmmm... Saya rasa tokoh "aku" disini punya semacam kekuatan untuk merasakan "energi" dari tempat lain. Dari awal saya menebak latar kota cerita ini, dan tebakan saya tepat ketika penulis bercerita tentang benteng.
Saya juga pernah ke benteng yang dimaksud, dan waktu itu rasa-rasanya asyik asyik saja. Saya sibuk berfoto, bercanda dan duduk diatas benteng sembari melihat lautan lepas dan langit biru diatasnya. Menyenangkan rasanya.
Membaca cerita dari sudut pandang penulis ini memberikan sensasi lain. Ternyata bisa semenyeramkan dan semenyedihkan itu disana. good job. Feelnya dapett
Keren nian di tunggu karya selanjutnya kak
Ceritanya cukup menarik, walau sedikit "takut" ketika membacanya. Dari awal baca, sempat bertanya-tanya,ini ceritanya nyata atau nggak. Alurnya mudah dipahami, namun memang dari segi penulisan (*hiyaa) masih perlu untuk diperbaiki.. Lanjutkan🍀
aku bingung bacanya, bingung karena beberapa keterangan tempat cuma dibilang kota ini, kota tersebut, kota selanjutnya. ibarat kaya dengerin orang cerita, eh aku barusan dari kota itu loh.
terus pertanyaan yang pertama kali keluar bagi pendengar adalah "kota mana?"
jadi greget aku, sebenernya ini dimana?
tapi overall bagus
Awalnya pas aku baca judulnya, aku rasa ini bakal ngebahas tulisan tentang sejarah. Dan ternyata tulisan ini justru mengajarkan kita untuk mengenang sejarah, ada keringat dan darah yang harus diapresiasi. Dan setiap bangunan punya ceritanya sendiri. Semangaat terus menulisnya😁
Saya lihat gambarnya rasa-rasa pernah ke sana deh, saya ingat lagi. Eh iya itu benteng-benteng yang itu lho kan, dari daerah bunga yang terkenal di sumatera ya gak sih😅
Duh saya belom pernah lihat langsung, makhluk2 yang bergelantungan. Eh jangan sampelah yah hihi
Sejarah bukan mulu berkaitan dengan fakta-fakta kaku dalam buku-buku. Tapi, kita bisa ke lokasi itu untuk merasakan langsung atmosfer saksi bisu akan perjalanan sejarah itu. Dan yang terpenting adalah, ada nilai dan hikmah yang didapat dari kisah masa dahulu. Cakep dah dek
Tempatnya gak asing ya.. nampaknya saya juga pernah ke benteng itu. Overall sih tulisannya bagus karena saya orang yang cukup suka dengan sejarah, ada bonus horornya pula. Nah, saran judulnya mungkin dibikin menarik lagi hehe.
Posting Komentar